Sekarang lagi heboh-hebohnya aksi pembegalan. Tau ga begal itu apa? Kalau dilihat dari definisi Bahasa Indonesia. Begal adalah " Merampas dijalan " jadi bisa dikatakan Begal itu sejenis kejahatan seperti perampasan, pemerasan, perampokan, jambret, dan lain semacamnya bisanya dilakukan secara terang terangan dan biasanya dilakukan di jalanan.

Masyarakat pun resah. Kata begal pun jadi populer. Polisi diminta bertindak keras. Beberapa pentolan begal memang ada yang sudah diringkus. Bahkan ada pula yang terpaksa mesti tewas ditembus pelor senjata aparat. Kelompok ‘Lampung’ pun banyak disebut polisi sebagai kelompok begal yang tak segan melukai korbannya yang melawan. Saking ramai gaduhnya pembicaraan tetang begal, Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut menanggapi. Kata begal pun ‘ sukses’ meng-Indonesia.
Di dunia maya,kata begal tak kalah ramai dibicarakan. Terutama di Twitter. Para netizen, seakan berlomba-lomba mempostingkan kicuannya bertajuk ‘begal’. Bahkan kicauan tentang begal sempat jadi trending topic. Saya pun tergelitik untuk merekam ragam kicuan para netizen di republik Twitter.
Salah satu yang saya rekam adalah kicuan tentang begal yang diposting pemilik akun @undil. Menurut pemilik akun @undil, banyak cerita dari kata begal. ada yang positif dan ada yang negatif. Sementara pemilik akun @blontankpoer, kicuannya tentang begal lumayan mampu bisa membuat tersenyum yang membacanya.
“Begal, jangan-jangan memang sedang di-pop-kan. peristiwanya sporadis, muncul dadakan. kata ‘begal’ itu ‘Jawa banget’. identik gaya presiden,”kicau pemilik akun @blontankpoer.
Gede Dharmika pemilik @Darmikatrendy, juga tak mau ketinggalan mentweetkan kicauannya tentang begal di akun Twitternya.
“Begal ? pke kata yg lebih familiar dong,”kicau Dharmika di akun twitternya.
Setelah membaca itu, saya pun berharap semoga aparat mampu mengatasi para pembegal yang sudah meresahkan masyarakat, terutama mereka yang kerap bepergian atau pulang malam dan dini hari. Merekaa pun, selalu dihantui ketakutan akan dihadang para pembegal yang kerap bertindak sadis ketika merampas motor korban. Apalagi bila melewati jalanan yang sepi. Mungkin dengan tindakan keras dan tegas dari aparat, akan muncul efek jera bagi pelakunya. Sehingga masyarakat kembali merasa aman, serta merasa tenang ketika beraktivitas pada malam atau dini hari.
Penulis: Agus Supriyatna